Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2019

Berburu Ikan Sungai

Beberapa masyarakat nahakramu sebagian besar menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian ikan sungai, untuk mendapatkan jumlah ikan yang banyak mereka rela menginap berhari-hari pergi ke hulu untuk mencari ikan dari sepanjang sungai malinau – manoreh sampai ke hulu desa long jalan yaitu sekitar sungai arah, sungai jalan dan juga sungai ingken, menutur kata salah seorang masyarakat nahakramu untuk sampai ke daerah hulu, mereka harus mempersiapkan BBM kurang lebih 10 Liter dengan harga per liternya Rp 15.000 selain itu bekal yang harus mereka persiapkan adalah Kopi, Gula, Garam, Beras, Priuk, Terpal, Alat menyelam, Pukat, Jala, Parang dan beberapa perlengkapan lain nya, apabila di kalkulasi minimal mereka harus mengelurkan modal kurang lebih Rp 300.000 tergantung jarak jauh dan dekatnya. Untuk menampung seluruh hasil tangkapan biasanya mereka membawa box box besar ber isi es batu untuk mengawetkan ikan, Adapun ikan yang sering mereka cari adalah: Ikan Pelian, Ikan Baung, Ikan Alap dan Ikan Purut.

Sampai saat ini belum ada usaha dari desa Naha Kramo untuk mengembangkan budi daya perikanan, mereka masih bergantung pada ikan sungai yang relative mudah di dapat pada daerah tertentu, bila ekpansi ikan sungai terus dilakukan maka yang terjadi adalah kelangkaan pada jenis ikan tertentu seperti ikan pelian.
logoblog

Selasa, 05 Maret 2019

Sungai Cop Nahakramu Baru


Sungai cop tidak begitu jauh dengan desa nahakramu, posisi sungai cop berada di antara kampung baru dan kampung lama, meskipun demikian sungai cop air nya sangat jernih dan di huni oleh beberapa ikan sungai air tawar antara lain: beteluh, cipih, abanci, betutung, cikeh, telakai, klop dan juga kelavang, di dekat sungai cop saya bersama anak-anak Nahakramu belajar dan mengenal betapa penting nya sungai untuk kehidupan, untuk kedepan nya saya akan kembali bersama anak-anak nahakramu berkumpul bersama untuk belajar di alam, metode pembelajaran sederhana namun bermanfaat bagi anak-anak yang jauh dari keterjangkauan pendidikan formal sekelas kota, alam bisa di jadikan media pembelajaran yang bagus sekaligus praktek, belajar dengan metode bermain menggunakan alat bantu seperti kayu, daun, batu, air, binatang dan benda-benda alam lainnya.
logoblog

Sabtu, 08 September 2018

Ikan Batu Si Dokter Sungai

Bila di jawa ikan batu hanya menyisakan ikan sapu-sapu tetapi untuk di daerah long jalan DAS Malinau Selatan Hulu terdapat beragam jenis ikan batu, ikan tersebut antara lain: Dekot kelubit, Abanci, Ulom, Tiung, Tiung Rap, Dekot Kiam, Dekot Puy, Tincan dan Purut. Ikan pada gambar disamping bernama ikan Dekot Kelubit, Dinamakan ikan batu karena ikan-ikan ini sering terlihat di batu ataupun menempel di kayu. Ikan ini rata-rata mempunyai ukuran yang kecil kecuali untuk jenis ikan Abanci bisa sedua jari dan ikan purut bisa setelapak tangan, keunikan dari ikan batu adalah mulutnya ada dibawah dan ikan batu bisa di sebut dokter sungai, ikan inilah yang hari-harinya membersihkan batu-batu dan kayu di dalam sungai agar tidak licin, mereka memakan lumut lumut dan kotoran yang menempel, ikan ini tidak bisa tinggal di air yang kotor, berbanggalah bagi masyarakat yang ada di hulu bahwa ternyata jenis ikan ini masih banyak dan menjadi tolak ukur tingkat kesehatan air disana.
logoblog